Sumbardaily.com - Di balik setiap operasi pencarian dan pertolongan di perairan Kepulauan Mentawai, terdapat satu aset yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas tim penyelamat, yakni KN SAR Ramawijaya 240.
Kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tersebut bukan hanya berfungsi sebagai sarana transportasi laut, tetapi menjadi pusat operasi bergerak dalam berbagai misi kemanusiaan di wilayah yang didominasi lautan dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Sejak dioperasikan untuk mendukung tugas Kantor SAR Mentawai, KN SAR Ramawijaya 240 telah menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan Basarnas menjangkau wilayah-wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tinggi.
Karakteristik Mentawai yang terdiri atas gugusan pulau membuat respons cepat terhadap kecelakaan pelayaran, orang hilang di laut, maupun kondisi membahayakan manusia sangat bergantung pada kesiapan armada laut.
Dalam berbagai operasi, KN SAR Ramawijaya 240 berperan mengangkut personel penyelamat beserta peralatan SAR menuju lokasi kejadian.
Kapal ini juga menjadi pendukung utama proses pencarian korban kapal tenggelam, evakuasi masyarakat terdampak bencana, hingga distribusi bantuan kemanusiaan ketika jalur darat tidak memungkinkan untuk dilalui.
Bagi masyarakat Kepulauan Mentawai, keberadaan kapal tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar aset operasional pemerintah.