Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, mengatakan tim Identifikasi (Inafis) telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian guna mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
"Kondisi jenazah saat ditemukan diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari tiga hari, sehingga sudah mengalami pembusukan alami.
Dari pemeriksaan luar sementara oleh tim Inafis, kami belum menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang menonjol, namun penyelidikan mendalam tetap dilakukan," ujar Kasat Reskrim.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tersebut, polisi belum menemukan adanya indikasi kekerasan fisik yang menonjol pada tubuh korban.
Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
Usai proses evakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk menjalani visum et repertum. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Selain melakukan evakuasi, petugas juga memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi penemuan mayat. Polisi turut meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk para tetangga yang berada di sekitar rumah korban serta pihak keluarga, untuk melengkapi rangkaian penyelidikan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi ataupun dugaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama melalui media sosial.