Pada tahun 1889 dibangun Stasiun Padang sebagai pusat distribusi menuju Pelabuhan Emmahaven.
Selanjutnya, Stasiun Pulau Aie dibangun pada 1891 dan diresmikan pada 1 Oktober 1892. Dari titik tersebut, jaringan rel terus berkembang hingga menjangkau Kayu Tanam, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto, Pariaman, dan Naras.
Saat ini, KAI Divre II Sumbar mengelola jaringan rel sepanjang 312,232 kilometer spoor (kmsp). Dari jumlah tersebut, sepanjang 110,910 kmsp merupakan jalur aktif, sedangkan 201,322 kmsp lainnya masih berstatus non-aktif.
Operasional layanan didukung oleh 20 stasiun dan shelter penumpang serta empat stasiun angkutan barang.
Pelayanan penumpang dilakukan melalui KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai. Sementara itu, layanan angkutan barang dimanfaatkan untuk distribusi semen dan klinker pada relasi Indarung-Bukit Putus.
Kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel juga menunjukkan tren yang terus meningkat.
Selama Semester I 2026, KAI Divre II Sumbar melayani sebanyak 1.140.586 pelanggan. Pada periode yang sama, angkutan barang mencapai 556.465 ton, terdiri atas 362.740 ton semen dan 193.725 ton klinker.
Pertumbuhan pelanggan juga terlihat dalam lima tahun terakhir. Jumlah pengguna kereta api meningkat dari sekitar 1,09 juta pelanggan pada 2021 menjadi 1.978.241 pelanggan sepanjang 2025 atau mengalami pertumbuhan sekitar 81 persen.