Riset Unand Ungkap Kewirausahaan Berbasis Iman Jadi Perspektif Baru Ilmu Kewirausahaan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 19 Juli 2026 | 19:12 WIB
Gedung Rektorat Unand (Foto: Unand)
Gedung Rektorat Unand (Foto: Unand)


Sumbardaily.com – Universitas Andalas (Unand) memperkenalkan pendekatan baru dalam Ilmu Kewirausahaan melalui pengembangan konsep Faith-Based Entrepreneurship atau Kewirausahaan Berbasis Iman. Berangkat dari praktik Kewirausahaan Masyarakat Minangkabau yang berpijak pada nilai-nilai Islam serta falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, konsep ini menawarkan cara pandang baru terhadap makna keberhasilan seorang wirausahawan.





Berbeda dengan paradigma yang selama ini lebih banyak menitikberatkan pada keuntungan ekonomi dan pertumbuhan usaha, penelitian yang dilakukan tim Unand memandang keberhasilan usaha juga ditentukan oleh kesejahteraan spiritual, tanggung jawab sosial, integritas, keberkahan, serta keberlanjutan.





Ketua tim peneliti, Prof Donard Games, menjelaskan bahwa kajian kewirausahaan selama ini masih didominasi perspektif Barat yang menjadikan pencapaian finansial sebagai indikator utama kesuksesan seorang pelaku usaha.





Menurutnya, ukuran tersebut memang penting, tetapi belum sepenuhnya mampu menjelaskan makna kewirausahaan pada masyarakat yang memiliki landasan budaya dan agama yang kuat.





"Ukuran tersebut tentu penting, tetapi belum sepenuhnya mampu menjelaskan makna kewirausahaan dalam masyarakat yang memiliki nilai budaya dan agama yang kuat. Keberhasilan usaha juga diukur dari ketenangan batin, keberkahan, manfaat bagi sesama, serta kedekatan dengan Tuhan," ujar Donard Games dikutip Minggu (18/7/2026).





Penelitian tersebut melibatkan kolaborasi lintas negara. Selain Donard Games, tim peneliti terdiri atas Prof Dodi Devianto, Sanda Patrisia Komalasari, dan Belligo Agra dari Unand. Penelitian juga menggandeng Peter Musyoka, Ph.D dari Kenyatta University, Kenya.





Riset berlangsung selama Mei hingga Juli 2026 dengan melibatkan 220 pelaku usaha kecil di Kota Padang dan 215 pelaku usaha kecil di Nairobi sebagai responden. Kolaborasi ini bertujuan menguji konsep yang dikembangkan pada dua lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X