Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam mengusulkan alternatif trase baru untuk pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi. Jalur baru tersebut dinilai mampu mengurangi dampak sosial terhadap masyarakat dibandingkan rencana trase sebelumnya.
Usulan itu dibahas dalam rapat khusus yang digelar di Kantor Camat Sungai Pua, Rabu (15/7/2026). Pertemuan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kejaksaan Negeri Agam, para wali nagari se-Kecamatan Sungai Pua, serta sejumlah unsur terkait sebagai tindak lanjut pembahasan sebelumnya di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.
Rapat dipimpin langsung Bupati Agam, Benni Warlis. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah memaparkan rancangan jalur baru yang direncanakan membentang dari Pasar Amor menuju Simpang Taluak hingga tersambung ke Jalan Bypass Bukittinggi dengan panjang sekitar enam kilometer.
"Ini merupakan tindak lanjut rapat di Kejati Sumbar. Kita menyampaikan rencana pemindahan trase yang lebih pendek, dari pasar Amor ke Simpang Taluak menuju Bypass. Panjangnya sekitar enam kilometer," ujar Benni Warlis dilansir Sabtu (17/7/2026).
Menurutnya, pertemuan bersama camat dan seluruh wali nagari di Kecamatan Sungai Pua menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi sebelum rencana tersebut disampaikan kepada niniak mamak dan masyarakat melalui tahapan sosialisasi.
Pemerintah Kabupaten Agam menilai alternatif jalur tersebut lebih memungkinkan karena memiliki dampak sosial yang lebih kecil dibandingkan rencana sebelumnya. Selain tetap memenuhi konsep pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi yang memasuki wilayah Kota Bukittinggi, jalur baru juga memanfaatkan koridor Jalan Bypass yang sebelumnya telah direncanakan.
Benni menjelaskan, pada rancangan trase sebelumnya terdapat cukup banyak aset masyarakat yang berpotensi terdampak, mulai dari rumah tinggal hingga fasilitas umum. Karena itu, pemerintah berupaya mencari jalur yang dinilai lebih efektif sekaligus mampu meminimalkan dampak terhadap warga.