Rusia juga berencana menambah pasokan minyak untuk memenuhi target produksi OPEC+ pada 2026. Bertambahnya pasokan di tengah perlambatan pertumbuhan permintaan membuat harga minyak dunia mengalami tekanan sepanjang Juni.
Pemerintah mencatat seluruh harga acuan minyak utama dunia mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Rinciannya meliputi:
- ICP minyak mentah Indonesia turun US$23,11 per barel, dari US$106,56 menjadi US$83,45 per barel.
- Brent di ICE turun US$18,73 per barel, dari US$103,71 menjadi US$84,98 per barel.
- WTI di Nymex turun US$16,11 per barel, dari US$98,51 menjadi US$82,41 per barel.
- Dated Brent turun US$21,42 per barel, dari US$107,55 menjadi US$86,13 per barel.
- Basket OPEC turun US$23,52 per barel, dari US$114,55 menjadi US$91,03 per barel berdasarkan data hingga 28 Juni 2026.
Memasuki Juli 2026, pemerintah memproyeksikan Harga Minyak Mentah Indonesia berada pada kisaran US$67 hingga US$71 per barel. Realisasi harga nantinya akan sangat bergantung pada perkembangan pasar minyak internasional serta dinamika geopolitik global.
Pemerintah juga terus mencermati sejumlah risiko yang masih dapat memengaruhi arah harga minyak dunia. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya eskalasi serangan baru yang berpotensi mengganggu produksi minyak. Sebaliknya, peningkatan pasokan dari kawasan Timur Tengah setelah pembukaan Selat Hormuz diperkirakan dapat kembali menekan harga minyak di pasar internasional.
"Pemerintah terus memantau perkembangan pasar minyak internasional secara berkala guna memastikan kestabilan harga dan ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan baik. Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas," ujar Laode.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus menjadikan perkembangan pasokan minyak, tingkat permintaan dunia, serta kondisi geopolitik sebagai dasar pemantauan ICP pada periode berikutnya. Ketiga faktor tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan Harga Minyak Mentah Indonesia sepanjang Juli 2026.(*)