Tidak hanya memiliki karakteristik gizi yang lebih baik, penelitian juga menunjukkan bahwa Mojaf mampu mendukung pertumbuhan bakteri baik Lactobacillus plantarum. Bakteri probiotik tersebut diketahui berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, sekaligus membantu mengurangi peradangan yang sering menyertai diabetes.
Putra Santoso menjelaskan bahwa Mojaf memiliki potensi sebagai prebiotik, yakni bahan pangan yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Keberadaan mikroba usus yang sehat dinilai memiliki hubungan erat dengan pengendalian kadar gula darah serta metabolisme tubuh secara menyeluruh.
"Mojaf tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga berpotensi menjadi prebiotik, yaitu bahan pangan yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus sehingga mendukung kesehatan mikroba usus. Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan pengendalian gula darah dan metabolisme tubuh secara keseluruhan," jelasnya.
Potensi tersebut juga terlihat dalam pengujian laboratorium menggunakan hewan model diabetes. Pada penelitian itu, pemberian Mojaf sebanyak lima persen dalam pakan selama empat minggu mampu menurunkan kadar gula darah puasa hingga mendekati kisaran normal.
Selain memberikan dampak terhadap kadar gula darah, hewan model yang menerima Mojaf juga memperlihatkan peningkatan kinerja insulin. Perbaikan turut terlihat pada profil lemak darah yang ditandai dengan penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida.
Meski hasil penelitian menunjukkan temuan yang menjanjikan, Putra Santoso menegaskan bahwa pengembangan Mojaf masih berada pada tahap penelitian laboratorium sehingga belum dapat diterapkan secara langsung sebagai terapi pada manusia.
"Mojaf belum dapat diklaim aman dan efektif untuk digunakan langsung sebagai obat diabetes pada manusia. Langkah berikutnya adalah melakukan uji klinis untuk memastikan keamanan, dosis yang tepat, serta efektivitasnya pada berbagai kelompok masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, apabila penelitian lanjutan melalui uji klinis mampu membuktikan manfaat, keamanan, dan efektivitas Mojaf pada manusia, maka tepung bengkuang termodifikasi tersebut berpeluang menjadi salah satu produk pangan fungsional unggulan Indonesia untuk mendukung pengendalian diabetes. (*)