Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali membuka akses Jembatan Darurat Anduriang di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, setelah pekerjaan normalisasi Sungai Batang Anai selesai dilaksanakan.
Pengoperasian kembali jembatan tersebut menjadi solusi sementara untuk mengembalikan mobilitas masyarakat sembari menunggu pembangunan jembatan permanen oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Pembukaan akses dilakukan lebih cepat dari perkiraan semula. Jika sebelumnya jembatan diperkirakan baru dapat digunakan dalam waktu tiga hari, percepatan pekerjaan membuat masyarakat sudah bisa memanfaatkannya hanya dalam dua hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menjelaskan percepatan tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor utama yang memungkinkan akses tersebut kembali dibuka lebih cepat sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama.
"Percepatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat, khususnya pelajar, pekerja, dan pengguna kendaraan roda dua, dapat kembali berjalan normal tanpa harus menunggu lebih lama," ujar El Abdes Marsyam lewat keterangan resmi dikutip Kamis (16/7/2026).
Keberadaan jembatan darurat dinilai sangat penting karena menjadi jalur penghubung utama bagi masyarakat di kawasan tersebut. Pemerintah daerah memprioritaskan pembukaan akses agar aktivitas pendidikan, pekerjaan, maupun kebutuhan sehari-hari warga dapat kembali berlangsung dengan lancar.