Gernas RANA Diluncurkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 13 Juli 2026 | 15:06 WIB
Peluncuran Gernas RANA dilakukan bersamaan dengan pembukaan Masa Taaruf Santri (Mata Santri) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Minggu (12/7/2026). (Foto: Kemenag)
Peluncuran Gernas RANA dilakukan bersamaan dengan pembukaan Masa Taaruf Santri (Mata Santri) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Minggu (12/7/2026). (Foto: Kemenag)


Sumbaraily.com - Pemerintah memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren dan madrasah melalui peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA).





Gerakan tersebut dirancang untuk memastikan setiap anak dapat belajar, beribadah, serta tumbuh dan berkembang dalam lingkungan pendidikan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, sekaligus terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, seksual, psikis, maupun kekerasan di ruang digital.





Peluncuran Gernas RANA dilakukan bersamaan dengan pembukaan Masa Taaruf Santri (Mata Santri) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Minggu (12/7/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui kolaborasi berbagai pihak.





Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Gernas RANA tidak hanya dimaknai sebagai sebuah program pemerintah, melainkan sebagai komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang benar-benar memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik.





"Hari ini kita meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah Ramah Anak. Ini bukan hanya program. Ini adalah komitmen sekaligus ajakan untuk bergerak bersama," kata Nasaruddin Umar saat peluncuran Gernas RANA.





Menurut Menag, pesantren dan madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk pengetahuan, karakter, hingga kehidupan spiritual anak. Karena itu, perlindungan terhadap peserta didik harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola lembaga pendidikan keagamaan.





Ia menilai pencegahan maupun penanganan kekerasan harus ditempatkan sebagai prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan di pesantren dan madrasah. Upaya tersebut dinilai penting agar seluruh anak dapat menjalani proses pendidikan tanpa rasa takut maupun ancaman kekerasan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X