"Jika ada pihak yang mengatasnamakan saya dan meminta transfer uang dengan alasan apa pun, saya pastikan itu adalah penipuan. Jangan dilayani dan jangan pernah melakukan transfer," tegasnya.
Ia mengaku prihatin karena kelompok yang menjadi sasaran pelaku umumnya merupakan masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan dengan cara mencatut identitas pejabat pemerintah dan membangun kepercayaan korban melalui berbagai cara, termasuk memanfaatkan teknologi AI.
Untuk menghindari terjadinya korban baru, Vasko mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi maupun komunikasi yang mengatasnamakan dirinya ataupun pejabat pemerintah lainnya. Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai telepon, pesan WhatsApp, maupun voice note yang dinilai mencurigakan.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan transfer uang apabila menerima permintaan yang mengatasnamakan dirinya. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Menurut Vasko, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap berbagai modus penipuan menjadi langkah penting untuk menekan potensi munculnya korban baru. Karena itu, ia mengajak masyarakat saling mengingatkan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar agar tidak mudah percaya terhadap permintaan uang yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.
"Semakin banyak masyarakat yang mengetahui modus ini, semakin besar pula peluang kita mencegah jatuhnya korban. Mari saling mengingatkan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar agar tidak mudah tertipu," tutup Vasko. (*)