Sumbardaily.com – BMKG Minangkabau memperkirakan kondisi atmosfer di Sumatera Barat (Sumbar) cenderung stabil pada periode 10-16 Juli 2026. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan yang masih dapat terjadi dalam skala lokal, terutama di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Dalam pembaruan informasi yang dirilis 10 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, BMKG Minangkabau menyebutkan bahwa kondisi cuaca Sumbar selama sepekan ke depan secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan sedang. Namun, peluang terbentuknya awan hujan masih tetap ada karena sejumlah faktor atmosfer masih mendukung proses pembentukan hujan.
Berdasarkan pemantauan BMKG, selama periode 6-9 Juli 2026 hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di berbagai wilayah Sumbar.
Pada 6 Juli, hujan dengan kategori lebat tercatat di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Agam. Curah hujan tertinggi terjadi di Kabupaten Agam dengan nilai 77,4 milimeter.
Selanjutnya pada 7 Juli, hujan dengan kategori sedang terpantau di Kabupaten Pesisir Selatan dengan curah hujan mencapai 22,0 milimeter.
Sementara itu, pada 8 Juli, hujan kategori sedang terjadi di Kabupaten Mentawai dan Kabupaten Padang Pariaman. Curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Padang Pariaman sebesar 34,0 milimeter.
Kemudian pada 9 Juli, hujan kategori sedang kembali terpantau di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya. Curah hujan tertinggi pada hari tersebut tercatat di Kabupaten Pasaman Barat dengan nilai 46,5 milimeter.