Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap peserta mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi etika, sopan santun, serta bangga terhadap identitas budaya Minangkabau.
Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh dilaksanakan selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026. Seluruh peserta memperoleh materi dari unsur Pemerintah Kota Payakumbuh, niniak mamak, budayawan Kota Payakumbuh, serta budayawan Provinsi Sumatera Barat.
Materi yang diberikan meliputi falsafah adat Minangkabau, kepemimpinan, etika bermasyarakat, pelestarian budaya, hingga peran generasi muda dalam mengawal peradaban di era digital. Seluruh materi dirancang agar peserta memahami nilai adat secara menyeluruh sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang dari 10 nagari, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh.
Melalui Pelatihan Adat Kota Payakumbuh, pemerintah berharap lahir generasi muda yang mampu menjaga nilai-nilai adat Minangkabau sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Bagi masyarakat, penguatan adat juga diharapkan memperkokoh karakter, menjaga keharmonisan sosial, serta mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah. (*)