Sumbardaily.com - Pembangunan hunian tetap (Huntap) menjadi pekerjaan besar yang kini dihadapi Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam proses pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir 2025 lalu.
Di tengah upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, kebutuhan Huntap di Kota Padang tercatat mencapai 523 unit, sementara pemerintah pusat menargetkan seluruh penyelesaiannya rampung pada 2027.
Isu tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak Pasca Bencana Hidrometeorologi yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen 9Suharyanto, Senin (6/7/2026) siang.
Rapat dilaksanakan secara virtual dan diikuti 42 kepala daerah dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Dari Kota Padang, rapat diikuti Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, secara virtual dari Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang.
Ia didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadia PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Eri Sendjaya, Camat Pauh Yandry, Camat Nanggalo David Ferdinand, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Camat Kuranji Rozaldi Rosman.
Dalam arahannya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan percepatan penyaluran bantuan stimulan menjadi perhatian utama pemerintah.