Meski pencarian telah dilakukan, korban belum berhasil ditemukan. Keberadaan aliran sungai yang berada tidak jauh dari lokasi bermain korban memperkuat dugaan bahwa balita tersebut tergelincir sebelum akhirnya hanyut terbawa arus.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Pasaman langsung diberangkatkan menuju Lokasi Kejadian Pertama (LKP) pada Minggu (5/7/2026) pukul 12.35 WIB.
Sebanyak sembilan personel rescue diterjunkan dalam operasi pencarian. Tim menempuh perjalanan darat dengan estimasi waktu sekitar empat jam menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 160 kilometer dari Pos SAR Pasaman.
Operasi pencarian difokuskan di sekitar titik koordinat perkiraan, yang menjadi lokasi awal dugaan korban terseret arus sungai.
Untuk mengoptimalkan pencarian di medan perairan, Tim SAR membawa berbagai peralatan utama. Armada yang digunakan meliputi Rescue Car Dmax Double Cabin sebagai kendaraan mobilisasi personel.
Selain itu, tim juga membawa satu unit Landing Craft Rubber (LCR) yang dilengkapi Motor Tempel (Mopel) guna melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Tidak hanya mengandalkan pencarian manual, operasi SAR juga didukung Drone Thermal yang digunakan untuk melakukan pemindaian dari udara dalam upaya mempercepat proses pelacakan korban.
Tim juga dibekali Peralatan SAR Air, Peralatan Medis, serta Peralatan Komunikasi (Pal Kom) untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan.