Sumbardaily.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menindaklanjuti gagasan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang dipaparkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menginstruksikan pembentukan tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengkaji sekaligus merealisasikan berbagai peluang strategis yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Arahan tersebut disampaikan Mahyeldi setelah mendengarkan presentasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, H. M. Rifki, di hadapan Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta seluruh pimpinan OPD di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin (29/6/2026).
Menurut Mahyeldi, sepuluh gagasan yang dipaparkan tidak cukup hanya menjadi wacana. Seluruh ide tersebut dinilai memiliki prospek besar dalam memperkuat pelayanan haji dan umrah, menggerakkan roda perekonomian daerah, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Sumatera Barat.
"Ada sepuluh poin besar yang semuanya menguntungkan untuk Sumatera Barat. Walaupun masih berupa ide, ini harus kita tangkap. Segala sesuatu berawal dari ide, bahkan dari mimpi. Karena itu perlu kita lanjutkan, apalagi semuanya memberikan dampak positif bagi Sumatera Barat," ujar Mahyeldi.
Salah satu gagasan yang menjadi perhatian utama adalah penguatan Embarkasi Padang sebagai pusat layanan haji dan umrah untuk kawasan Sumatera bagian tengah. Menurut Mahyeldi, apabila jemaah asal Provinsi Riau dan Jambi memanfaatkan Embarkasi Padang, maka biaya perjalanan dapat menjadi lebih efisien sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Sumatera Barat.
Ia menilai potensi tersebut layak dipersiapkan sejak dini agar Sumatera Barat mampu mengambil manfaat dari besarnya aktivitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berlangsung setiap tahun.