Menurut rektor, keberadaan Guru Besar merupakan aset strategis bagi universitas dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di berbagai bidang. Perguruan tinggi, kata dia, tidak lagi hanya berperan menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan solusi melalui riset dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia mendorong seluruh Guru Besar agar terus meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi, memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional, serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, dunia industri, dan masyarakat luas.
Riset yang dihasilkan para Guru Besar juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di sejumlah sektor strategis, mulai dari kesehatan, pangan, energi, lingkungan, teknologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik. Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pembangunan.
Selain itu, Rektor UNAND mengajak seluruh Guru Besar memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu guna memperbesar kontribusi universitas terhadap pembangunan nasional serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi ilmiah, paten, maupun capaian peringkat internasional, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, rektor juga menyampaikan apresiasi kepada tujuh Guru Besar yang baru dikukuhkan. Ia berharap para profesor dapat terus menjaga integritas akademik, melahirkan berbagai inovasi, serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam memajukan Universitas Andalas, bangsa, dan kemanusiaan. (*)