Menanggapi usulan tersebut, Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto menyampaikan sejumlah arahan mengenai kebijakan terbaru pemerintah pusat dalam pengembangan sektor pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa konsep Sekolah Nasional Terintegrasi kini lebih difokuskan pada pembangunan sekolah baru dibandingkan pendekatan konsolidasi yang sebelumnya dirancang. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya diminta segera melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan agar dapat mengikuti tahapan program sesuai ketentuan kementerian.
Selain itu, Gogot juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat sedang menyiapkan tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBN untuk mendukung berbagai program prioritas Presiden di bidang pendidikan, termasuk program revitalisasi sekolah.
Berdasarkan hasil penilaian tim teknis kementerian, sebagian besar usulan revitalisasi sekolah yang diajukan Kabupaten Dharmasraya dinilai layak memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan Bupati Annisa langsung melakukan konsolidasi internal setelah audiensi guna menindaklanjuti arahan yang disampaikan pihak kementerian.
"Menindaklanjuti arahan Bapak Dirjen, Ibu Bupati langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi internal karena waktu yang diberikan cukup terbatas. Pada awal Juli mendatang direncanakan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Sekolah Nasional Terintegrasi sudah mulai dilaksanakan," ujarnya.
Menurut Bobby, langkah cepat tersebut mencerminkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan secara berkelanjutan.
Komitmen itu diwujudkan melalui percepatan persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sekaligus perjuangan memperoleh bantuan revitalisasi sekolah bagi 53 satuan pendidikan di Kabupaten Dharmasraya, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.