Sumbardaily.com – Ada pemandangan berbeda di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (26/6/2026). Sekitar seribu Bundo Kanduang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan Malaysia dan Australia, berkumpul dalam Kongres dan Seminar Bundo Kanduang Sedunia III. Pertemuan bertaraf internasional itu menjadi momentum memperkuat pelestarian adat Minangkabau sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui nilai-nilai kearifan lokal.
Kongres dan Seminar Bundo Kanduang Sedunia III Tahun 2026 mengangkat tema "Membaca Alam Takambang dalam Memelihara Lingkungan Hidup Berbasis Nilai Kearifan Lokal dalam Konsep Berpikir Ekologis". Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nasional Maharajo Dirajo tersebut menjadi wadah untuk memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam menjaga adat, budaya, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta yang hadir. Menurutnya, kehadiran sekitar seribu Bundo Kanduang dari berbagai wilayah menunjukkan eratnya hubungan masyarakat Minangkabau dengan kampung halamannya.
"Kehadiran sekitar seribu Bundo Kanduang hari ini menjadi bukti kuatnya ikatan masyarakat Minangkabau dengan kampung halaman," ujar Eka Putra.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Minangkabau kepada para peserta. Berbagai kegiatan pendukung seperti pameran, stan UMKM, hingga pertunjukan seni budaya turut diselenggarakan selama kongres berlangsung.
Menurut Eka Putra, Kongres dan Seminar Bundo Kanduang Sedunia III tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pengetahuan, mempererat persatuan, serta mengukuhkan peran Bundo Kanduang sebagai penjaga adat dan pembentuk karakter generasi Minangkabau.
"Bundo Kanduang adalah limpapeh rumah nan gadang, pendidik utama anak kemenakan, sekaligus penjaga adat dan kehormatan kaum," katanya.