Kegiatan FGD dan diseminasi hasil pengabdian masyarakat tersebut turut dihadiri Direktur Kerjasama Reputasi dan Internasionalisasi UNP, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP, serta Ketua LPPM UNP.
Peserta dan narasumber yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintah daerah hingga pelaku UMKM dari Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar.
Selain Syatria, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain. Tim pengusul yang dipimpin Prof. Dr. Desnita, M.Si memaparkan materi berjudul “PKM (Green Entrepreneurship: Pengembangan Produk Lokal Berbasis Zero Waste)”.
Kemudian, Prof. Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd, MM dari Universitas Negeri Malang menyampaikan materi “Transformasi UMKM Berkelanjutan melalui Inovasi, Digitalisasi, dan Penguatan Daya Saing”.
Sementara itu, dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Arif Sabta Aii, S.Gz memaparkan materi mengenai “Peningkatan Nilai Tambah Produk Pangan Lokal (Kolang-Kaling) melalui Inovasi dan Penguatan Kandungan Gizi”.
Adapun praktisi UMKM sekaligus Owner Rendang Mizaki, Sri Wahyuni, membagikan pengalaman melalui materi bertajuk “Membangun UMKM Pangan dari Lokal Menjadi Unggul: Pengalaman, Tantangan, dan Strategi Sukses”.
Melalui forum tersebut, berbagai pihak berharap pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dapat semakin diperkuat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Matua Hilia dan daerah sekitarnya. (*)