Sumbardaily.com - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan obat tetap terjaga di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan Pembinaan dan Kepatuhan Pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) yang berlangsung selama dua hari, 23 hingga 24 Juni 2026, di Hotel Triza Painan.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem perencanaan logistik kesehatan daerah sekaligus mencegah terjadinya kekosongan obat di puskesmas. Seluruh petugas farmasi puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan mengikuti agenda tersebut secara intensif guna meningkatkan kualitas penyusunan RKO serta ketepatan waktu pelaporan kebutuhan obat.
Pada hari pertama, kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Donny Tayes, SKM, M.Si. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kepatuhan dalam penyusunan RKO memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi obat dari instalasi farmasi kabupaten menuju puskesmas.
Menurutnya, penyusunan RKO yang didasarkan pada kondisi dan kebutuhan riil di lapangan menjadi faktor utama dalam memastikan pengadaan obat berjalan efektif. Selain itu, pendekatan berbasis data juga dinilai mampu mendorong penggunaan anggaran negara secara lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat dan tren penyakit yang berkembang di masing-masing wilayah kerja puskesmas.
Pembinaan ini juga menjadi momentum bagi para petugas farmasi untuk memperkuat pemahaman terkait tata kelola kebutuhan obat yang akurat. Dengan perencanaan yang tepat, proses pengadaan dan distribusi logistik medis dapat berjalan lebih efisien sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mengalami hambatan.
Memasuki hari kedua, Rabu (24/6/2026), Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., M.M., hadir langsung untuk memberikan penguatan kapasitas sekaligus motivasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan.