“Kalau untuk bus pariwisata juga mengalami peningkatan. Banyak rombongan yang melakukan perjalanan selama musim liburan sekolah,” ujarnya.
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan periode normal ketika aktivitas perjalanan wisata cenderung lebih terbatas. Saat musim liburan sekolah tiba, tingkat mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan sehingga kebutuhan transportasi ikut melonjak.
Menurut Taufik, sektor transportasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan perkembangan sektor pariwisata. Ketika jumlah kunjungan wisatawan meningkat, kebutuhan terhadap layanan transportasi juga ikut bertambah.
Ia menilai bahwa liburan sekolah menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan perjalanan dan wisata. Mulai dari penyedia transportasi, pelaku usaha wisata, hingga sektor pendukung lainnya ikut merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah wisatawan.
“Kalau wisata ramai, transportasi juga ikut bergerak. Karena orang yang datang berwisata tentu membutuhkan kendaraan untuk berkeliling maupun menuju lokasi wisata,” katanya.
Peningkatan mobilitas masyarakat selama liburan sekolah juga terlihat dari ramainya arus perjalanan menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. Sejumlah kawasan wisata alam, pantai, hingga objek wisata keluarga menjadi tujuan favorit selama masa liburan.
Taufik mengatakan bahwa momentum seperti ini menjadi peluang penting bagi pelaku usaha transportasi untuk meningkatkan pendapatan. Pasalnya, masa liburan sekolah merupakan salah satu periode dengan tingkat permintaan tertinggi dalam satu tahun.
Meski demikian, ia berharap kondisi positif tersebut tidak hanya berlangsung selama musim liburan sekolah semata. Menurutnya, keberlanjutan pertumbuhan sektor pariwisata akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas usaha transportasi ke depan.