Selain memperbanyak media edukasi, KAI Divre II Sumbar juga memperkuat berbagai program keselamatan lainnya. Salah satunya dengan meningkatkan kewaspadaan perjalanan kereta api melalui instruksi kepada masinis agar lebih sering menggunakan Semboyan 35 (S35) saat melintasi perlintasan yang tidak dijaga.
Langkah tersebut dibarengi dengan pelaksanaan sosialisasi keselamatan secara berkelanjutan kepada masyarakat serta penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Berbagai program yang saat ini dijalankan melengkapi upaya-upaya sebelumnya, seperti penutupan perlintasan liar secara bertahap, penyelenggaraan sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah maupun di perlintasan sebidang, hingga pemasangan beragam media edukasi keselamatan di seluruh wilayah kerja Divre II Sumbar.
Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan perjalanan kereta api yang aman membutuhkan peran aktif seluruh pengguna jalan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan memaksakan melintas ketika kereta api sudah mendekat karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” kata Reza.
KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka perlintasan liar maupun kembali membuka perlintasan yang telah ditutup. Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan.