Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat berbagai program penanggulangan bencana yang dijalankan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran juga menjelaskan bahwa sistem penanganan bencana di Kota Padang dilaksanakan melalui empat tahapan utama yang saling berkaitan.
“Penanganan bencana di Kota Padang dibagi ke dalam empat tahapan utama, yakni penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi serta peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan," paparnya.
Pendekatan tersebut memungkinkan penanganan bencana tidak berhenti pada fase darurat, melainkan berlanjut hingga proses pemulihan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman di masa depan.
Paparan yang disampaikan Wali Kota Padang mendapat respons dari para akademisi yang hadir dalam forum tersebut. Salah satunya datang dari Jung Eun Chu, Assistant Professor City University of Hong Kong.
Ia menilai fenomena yang terjadi saat Siklon Tropis Senyar melanda kawasan Asia Tenggara, termasuk Kota Padang, merupakan kejadian yang menarik perhatian para peneliti.
“Apa yang terjadi di Kota Padang khususnya dan kawasan Asia Tenggara khususnya ketika Siklon Tropis Senyar, benar-benar di luar kewajaran. Para peneliti sedang meneliti hal tersebut," kata Jung Eun Chu.