Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni, mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar keluarga. Bantuan tersebut terdiri dari 61 paket sarana kamar yang berisi kasur, bantal, dan sprei, kemudian 80 paket kebersihan diri, 28 paket sarana dapur berupa kompor, tabung gas dan regulator, 18 paket nutrisi, serta delapan paket peralatan sekolah.
Selain bantuan kebutuhan dasar, juga disalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi berupa satu paket kewirausahaan untuk mendukung peningkatan kemandirian penerima manfaat.
Roza Wahyuni menjelaskan, perhatian juga diberikan kepada penyandang disabilitas melalui penyaluran berbagai alat bantu yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.
“Untuk penyandang disabilitas, STPL Bekasi menyalurkan berbagai alat bantu, di antaranya kursi roda standar 6 unit, kursi roda anak 1 unit, tongkat kaki satu 3 unit, tongkat kaki empat 1 unit, tongkat netra standar 4 unit, kaki palsu 2 unit, tangan palsu 1 unit, alat bantu dengar berat 3 unit, alat bantu dengar standar 1 unit, kacamata 1 unit dan walker 1 unit,” jelasnya.
Melalui penyaluran bantuan sosial Atensi 2026 ini, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Sosial berharap kebutuhan dasar masyarakat rentan dapat terpenuhi sekaligus memperkuat upaya perlindungan sosial. Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi penyandang disabilitas agar memperoleh akses yang lebih baik terhadap berbagai kebutuhan penunjang aktivitas sehari-hari. (*)