Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama khas Sumatera Barat berupa hamparan perbukitan hijau, bentangan persawahan, serta suasana pedesaan yang masih asri.
Pemandangan tersebut menjadikan perjalanan dengan kereta api bukan sekadar sarana transportasi, melainkan juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Menurut Reza, keberadaan layanan kereta api lokal memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar mengangkut penumpang dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya.
Data penjualan yang mencapai 36.200 tiket tersebut merupakan akumulasi pemesanan untuk keberangkatan pada periode 20 Juni hingga 29 Juni 2026. Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung.
KAI menjelaskan bahwa tiket kereta api lokal dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI. Kemudahan pemesanan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penggunaan transportasi kereta api di tengah musim liburan.
Selain memastikan kapasitas angkut tersedia, KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat kesiapan operasional. Berbagai pemeriksaan rutin dilakukan terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian, termasuk fasilitas pelayanan yang tersedia di stasiun maupun di atas kereta.