Lebih lanjut, Mahyeldi menegaskan bahwa sinergi antara lembaga adat, pemerintah, serta aparat penegak hukum merupakan kekuatan besar yang harus terus dipelihara. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi mengganggu kehidupan sosial masyarakat.
“Kita memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai-nilai itu harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kebersamaan seluruh unsur masyarakat, Insyaallah berbagai tantangan yang dihadapi dapat kita atasi bersama,” katanya.
Setelah pelaksanaan salat subuh berjamaah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi damai yang dimulai dari kawasan Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi menuju Markas Kepolisian Daerah Sumbar. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.
Aksi damai itu menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung upaya menjaga ketertiban sosial sekaligus memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan adanya kesamaan visi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkarakter.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan spanduk sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat serta menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Kapolda Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.
Mahyeldi berharap semangat kolaborasi yang tercermin dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Ia menginginkan nilai kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dijaga dan dikembangkan menjadi gerakan bersama dalam memperkuat persatuan masyarakat.
Melalui sinergi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, Mahyeldi optimistis cita-cita mewujudkan Sumatera Barat yang madani, unggul, dan berkeadaban dapat terus diwujudkan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan sosial di Ranah Minang. (*)