Sumbardaily.com - Musibah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada penghujung 2025 lalu tidak memadamkan semangat puluhan calon jemaah untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Di tengah kondisi sulit akibat bencana, mereka tetap mempertahankan niat dan berupaya memenuhi panggilan untuk menjalankan rukun Islam kelima.
Keteguhan para jemaah tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation. Sebanyak 33 jemaah haji asal Sumatera Barat yang terdampak bencana tercatat menerima bantuan dalam program kemanusiaan tersebut.
Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 192.000 dolar Amerika Serikat dan diberikan kepada 162 jemaah terdampak bencana yang berasal dari tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Uni Emirat Arab terhadap para jemaah yang tetap berusaha menunaikan ibadah haji meskipun sempat menghadapi dampak bencana.
“Jadi, di balik musibah ada hikmah yang Allah berikan. Ketika terjadi bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada para jemaah haji yang terdampak,” ujar Rifki di Asrama Haji Embarkasi, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Rifki, program tersebut tidak terlepas dari upaya yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji melalui Kementerian Haji dan Umrah.