“Melalui gerakan ini, kita ingin memperkuat budaya pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu. Kehadiran ayah dalam momen-momen penting pendidikan anak akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan mereka,” katanya.
Pemprov Sumbar menilai gerakan tersebut juga menjadi salah satu strategi dalam memperkuat ketahanan keluarga. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu menjadi jawaban terhadap fenomena fatherless yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Berdasarkan surat edaran yang telah diterbitkan, ASN yang memiliki anak usia sekolah diimbau untuk mengambil rapor anak saat pembagian rapor akhir Tahun Ajaran 2025/2026. Selain itu, para ayah juga diharapkan mengantarkan anak pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027.
Sasaran program tersebut mencakup seluruh anak usia sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), jenjang pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.
Untuk mendukung implementasi gerakan tersebut, ASN yang mengikuti kegiatan mengambil rapor maupun mengantar anak ke sekolah dapat memperoleh dispensasi keterlambatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing instansi.
Pemprov Sumbar berharap seluruh perangkat daerah dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan gerakan tersebut. Keterlibatan ASN diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memperkuat peran keluarga melalui kehadiran ayah dalam pendidikan anak.
Arry menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, keterlibatan ayah dalam berbagai momen penting pendidikan anak dinilai menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter generasi masa depan.
“Ketahanan keluarga merupakan fondasi pembangunan daerah. Karena itu, kita mengajak seluruh ASN untuk menjadi teladan dalam keluarga, dimulai dari hal sederhana namun bermakna, yakni hadir mendampingi anak pada momen penting pendidikan mereka,” tutup Arry. (*)