72 SPPG Sudah Berjalan, Pemko Padang Kejar Kekurangan 24 Dapur MBG

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 17 Juni 2026 | 20:48 WIB
Aktivitas salah satu dapur Makan Bergizi Gratis di Kota Padang. (Foto: Kominfo Padang)
Aktivitas salah satu dapur Makan Bergizi Gratis di Kota Padang. (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang memasuki fase penting. Di tengah capaian operasional yang telah mencapai 75 persen dari target, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai menyoroti aspek yang lebih luas dibanding sekadar penyediaan makanan, yakni kualitas layanan, akurasi data, kesiapan standar nasional, hingga dampaknya terhadap perekonomian masyarakat lokal.





Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Aula Bagindo Aziz Chan Balai Kota Aie Pacah, Rabu (17/6/2026) siang.





Rapat tersebut dihadiri Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Kota Padang, Utami Yuliani Amir yang mewakili Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PJPH) Provinsi Sumatera Barat Ikrar Abdi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Dessi Febriyanti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi yang juga Sekretaris Satgas MBG Kota Padang, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal, para kepala OPD terkait, serta kepala SPPG dan perwakilan yayasan mitra SPPG se-Kota Padang.





Rapat evaluasi tersebut menjadi forum koordinasi strategis untuk memperkuat kualitas layanan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sekaligus memastikan keberlanjutan program prioritas nasional itu berjalan optimal di Kota Padang.





Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari beroperasinya dapur-dapur penyedia makanan.





Menurutnya, program tersebut harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas dengan melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan.





Ia menilai keberadaan pasar tradisional, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga peternak lokal harus menjadi bagian penting dalam ekosistem penyediaan bahan baku program tersebut.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X