Membidik Status Kota Gastronomi UNESCO 2027, Pemko Padang Angkat Keunikan Kuliner Multietnis

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 17 Juni 2026 | 20:24 WIB
Aktivitas masyarakat multietnis di Pasar Tanah Kongsi, Kampung Pondok, Kota Padang. (Foto: Kominfo Padang)
Aktivitas masyarakat multietnis di Pasar Tanah Kongsi, Kampung Pondok, Kota Padang. (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk meraih pengakuan internasional sebagai Kota Gastronomi dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO pada 2027 terus dimatangkan. Di balik ambisi besar tersebut, Kota Padang tidak hanya mengandalkan popularitas kuliner Minang yang telah mendunia, tetapi juga kekayaan cita rasa yang lahir dari perpaduan budaya berbagai etnis yang hidup berdampingan selama puluhan tahun.





Keunikan kuliner multietnis yang berkembang di Kota Padang kini menjadi salah satu kekuatan utama yang dipersiapkan untuk menembus seleksi nasional hingga tingkat dunia. Pemko Padang menilai bahwa kekayaan gastronomi daerah tidak sekadar berbicara tentang makanan, melainkan juga menyangkut sejarah, budaya, identitas, dan kehidupan masyarakat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.





Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, mengatakan gastronomi merupakan perpaduan erat antara budaya dan kuliner yang menjadi bagian penting dari warisan budaya tak benda. Karena itu, berbagai pihak kini bergerak bersama untuk memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota gastronomi yang layak mendapat pengakuan dunia.





"Gastronomi itu adalah perpaduan antara budaya dan kuliner yang menjadi kekayaan warisan budaya kita. Sekarang, kita bergerak bersama dari berbagai lini untuk memperkuat identitas Padang agar diakui dunia sebagai kota gastronomi," ujar Yenni Yuliza, dikutip Rabu (17/6/2026).





Menurut Yenni, kekuatan utama yang dimiliki Kota Padang terletak pada keberagaman etnis yang telah membentuk karakter masyarakat dan tradisi kulinernya selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut menciptakan sebuah identitas kuliner yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.





Secara historis, Kota Padang dikenal sebagai wilayah yang dihuni oleh berbagai kelompok etnis yang hidup berdampingan secara harmonis. Hal itu tercermin dari istilah "Urang Padang Jalan Barampek" yang menggambarkan keberadaan empat etnis utama, yakni Minangkabau, Tionghoa, India, dan Nias.





Keberagaman tersebut tidak hanya terlihat dalam kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga membentuk berbagai ekspresi budaya yang masih bertahan hingga kini. Beberapa kesenian seperti Tari Balanse Madam, Gamad, hingga Barongsai menjadi bukti nyata terjadinya akulturasi budaya yang berlangsung secara harmonis di Kota Padang.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X