Sumbardaily.com – Laju inflasi di Kota Padang Panjang pada Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, perkembangan harga sejumlah komoditas di daerah tersebut masih tergolong terkendali, yang tercermin dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang tetap berada dalam kategori fluktuasi rendah pada minggu kedua Juni 2026.
Berdasarkan data inflasi yang mengacu pada Kota Bukittinggi, inflasi Kota Padang Panjang pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,73 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2026 yang berada pada level 2,48 persen yoy.
Sementara itu, secara bulanan atau month to month (mtm), Kota Padang Panjang mengalami inflasi sebesar 0,44 persen.
Di tengah kenaikan inflasi tersebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa IPH Kota Padang Panjang pada minggu kedua Juni 2026 berada di angka minus 0,32 persen. Capaian itu masih masuk kategori fluktuasi rendah dan sedikit lebih tinggi dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat minus 0,34 persen.
Perkembangan harga berbagai komoditas tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dilaksanakan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin (15/6/2026).
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa sejumlah komoditas masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga di Kota Padang Panjang. Daging sapi, telur ayam ras, dan beras tercatat sebagai komoditas yang memberikan kontribusi terhadap perubahan indeks harga selama periode tersebut.
Penurunan harga daging sapi menjadi faktor dominan yang menekan IPH. Kondisi ini dipicu oleh menurunnya permintaan masyarakat setelah Hari Raya Idul Adha serta kembali normalnya pasokan sapi potong di pasaran.