"Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita," tambahnya.
Selain mendorong peningkatan daya beli, Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan operasi pasar secara berkala guna memenuhi kebutuhan berbagai komoditas penting.
Komoditas yang menjadi perhatian dalam operasi pasar tersebut antara lain minyak goreng, beras, dan cabai yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga yang kerap terjadi ketika aktivitas perdagangan meningkat.
Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengunjung melalui perbaikan sarana dan prasarana pendukung di kawasan Pasar Raya Padang. Untuk mendukung revitalisasi pasar, Pemerintah Kota Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas umum yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi para pedagang.
Tidak hanya itu, Pemko Padang juga tengah menyiapkan ikon baru guna mempercantik kawasan pasar. Fasilitas air mancur akan dibangun sebagai salah satu daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Rencananya, pengerjaan fasilitas air mancur tersebut akan dimulai pada 23 Juni 2026 dan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Dengan meningkatnya kebutuhan sekolah menjelang tahun ajaran baru, dukungan peningkatan daya beli masyarakat, serta rencana revitalisasi kawasan pasar, Pasar Raya Padang Fase VII diharapkan semakin menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja. (*)