Puncak Hari Lingkungan Hidup 2026 di Sumbar, Pemprov Luncurkan E-Book Pengolahan Sampah dan Serukan Pertobatan Ekologis

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 15 Juni 2026 | 13:04 WIB
Puncak peringatan HLH Sedunia tingkat Provinsi Sumatera Barat digelar melalui apel gabungan lintas instansi di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (14/6/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)
Puncak peringatan HLH Sedunia tingkat Provinsi Sumatera Barat digelar melalui apel gabungan lintas instansi di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (14/6/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)



Dalam amanatnya, Adib Alfikri membacakan pidato resmi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, yang mengusung tema global "Act Now for Climate" atau "Saatnya Bekerja untuk Iklim".





Melalui pidato tersebut, disampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan yang mengancam berbagai aspek kehidupan.





Di Indonesia, dampak perubahan iklim juga semakin nyata. Lebih dari 90 persen bencana yang terjadi di tanah air merupakan bencana hidrometeorologis yang berkaitan erat dengan perubahan iklim.





Persoalan lain yang menjadi sorotan utama adalah kondisi darurat sampah. Indonesia diketahui menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah setiap tahun. Namun, sebanyak 74 persen di antaranya masih belum dikelola secara optimal.





Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) yang mengalami kelebihan kapasitas akibat pola pengelolaan sampah "kumpul-angkut-buang" disebut menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar dari sektor persampahan.





"Melihat kenyataan bahwa bumi kita tidak sedang baik-baik saja, Menteri Lingkungan Hidup mengajak kita semua untuk melakukan pertobatan ekologis. Ini bukan sekadar kata-kata, melainkan panggilan moral untuk mengintrospeksi perilaku sehari-hari dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam," ujar Adib.





Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil lima langkah nyata dalam menjaga lingkungan.





Langkah tersebut meliputi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan memulai gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga, menumbuhkan budaya hidup bersih, lestari dan gotong royong, serta mendorong ekonomi sirkular melalui optimalisasi bank sampah dan penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, Recycle.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X