Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak cepat memulihkan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan akibat bencana alam yang terjadi pada November dan Desember tahun lalu. Upaya ini menjadi prioritas karena kerusakan saluran pengairan telah menyebabkan sejumlah lahan pertanian warga kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka.
Pemulihan infrastruktur irigasi tersebut dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang. Pemerintah menargetkan aliran air menuju areal persawahan masyarakat dapat kembali normal sehingga aktivitas pertanian yang sempat terganggu bisa segera pulih.
Langkah percepatan ini dilakukan sebagai respons atas berbagai keluhan petani yang terdampak akibat rusaknya sistem pengairan. Kerusakan yang ditinggalkan bencana menyebabkan sejumlah jalur irigasi tidak lagi berfungsi optimal dan berdampak langsung terhadap kebutuhan air di kawasan pertanian.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan pemulihan irigasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
Menurutnya, dampak bencana yang terjadi pada penghujung tahun lalu masih dirasakan hingga saat ini, terutama pada jaringan irigasi yang mengalami kerusakan cukup serius. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air menuju lahan persawahan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Terkait dengan kondisi irigasi di Kota Padang pascabencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa irigasi yang rusak mengakibatkan tidak teralirinya air ke sawah-sawah masyarakat,” kata Well Off Sanora dikutip Sabtu (13/6/2026).
Untuk mempercepat pemulihan, Pemko Padang tidak bekerja sendiri. Pemerintah daerah menjalin sinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatra Barat guna mempercepat penanganan kerusakan yang terjadi di berbagai titik irigasi.