Tidak hanya sektor pendidikan, perhatian juga diarahkan pada penguatan infrastruktur dan fasilitas publik yang mendukung kenyamanan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah menekankan pentingnya penyediaan trotoar yang ramah bagi penyandang disabilitas agar aksesibilitas ruang publik dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.
Di sisi lain, optimalisasi pelaksanaan Car Free Day di Kota Padang juga menjadi salah satu indikator yang terus didorong. Program tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas yang mendukung kesehatan.
Sementara itu, sektor permukiman yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) turut menjadi perhatian dalam persiapan penilaian KKS 2026. Pemko Padang berkomitmen untuk menghadirkan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Menurut Srikurnia Yati, keberhasilan mewujudkan Kota Sehat tidak dapat dicapai hanya oleh satu instansi atau satu sektor saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh OPD yang saling terhubung dan bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peran masyarakat juga menjadi faktor yang sangat menentukan dalam proses tersebut. Kesadaran warga untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung status Kota Sehat.
“Ini tidak bisa dilaksanakan oleh satu OPD saja, perlu kolaborasi. Selain itu, pemahaman masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga sangat penting untuk mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Sehat, sesuai dengan misi Wali Kota kita,” katanya.
Melihat perkembangan yang telah dicapai hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Padang menaruh optimisme besar terhadap peluang Kota Padang dalam ajang penilaian KKS Tahun 2026. Bahkan, peluang untuk meraih penghargaan tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara, dinilai semakin terbuka.
Optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah faktor pendukung, mulai dari komitmen kuat Wali Kota Padang Fadly Amran dalam mendukung program Kota Sehat hingga keseriusan seluruh kepala OPD dalam memenuhi indikator penilaian yang menjadi tanggung jawab masing-masing.