Sementara itu, optimalisasi drainase menjadi perhatian khusus mengingat karakteristik wilayah pesisir yang memiliki curah hujan cukup tinggi. Sistem pembuangan air yang dirancang diharapkan mampu meminimalkan potensi kerusakan jalan akibat genangan maupun aliran air permukaan.
Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya penajaman justifikasi teknis untuk memastikan ruas jalan yang diusulkan benar-benar memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Perwakilan Pejabat Fungsional Bina Marga Dinas PUTR Pesisir Selatan menyampaikan bahwa seluruh catatan dan masukan dari tim P2JN Sumatera Barat akan segera ditindaklanjuti.
“Perbaikan dan penyempurnaan DED akan segera diselesaikan berdasarkan catatan dari tim P2JN,” ujarnya dilansir resmi Jumat (12/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan agar usulan Instruksi Presiden Jalan Daerah dari Kabupaten Pesisir Selatan dapat segera melanjutkan proses menuju tahap verifikasi akhir di tingkat Kementerian Pekerjaan Umum.
Program IJD sendiri diproyeksikan menjadi solusi bagi percepatan perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten strategis yang selama ini menghadapi keterbatasan pendanaan apabila hanya mengandalkan APBD.
Apabila usulan tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, kondisi jalan yang lebih mantap diharapkan mampu menekan biaya logistik hasil pertanian dan perikanan masyarakat.
Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur jalan juga diyakini dapat mendukung kelancaran mobilitas sektor pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan. (*)