Sumbardaily.com - Perkembangan teknologi yang semakin cepat mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara berbelanja. Jika sebelumnya transaksi lebih banyak dilakukan secara langsung di toko fisik, kini masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan marketplace, media sosial, dan berbagai platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perubahan perilaku konsumen tersebut menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha untuk segera beradaptasi. Di tengah persaingan yang semakin ketat, kemampuan memanfaatkan teknologi digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar usaha tetap bertahan dan berkembang.
Melalui berbagai program pemberdayaan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan peluang besar yang hadir di era digital.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota (Sahli Wako) Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Syahrial Kamat, saat mewakili Wali Kota Padang dalam pembukaan Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026) siang.
Menurut Syahrial, perkembangan teknologi telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi dunia usaha. Mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Sebaliknya, pelaku usaha yang enggan beradaptasi berpotensi tertinggal.
“Perkembangan teknologi menuntut kita untuk berubah. Kalau tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, kita akan tertinggal. Produk yang hari ini unggul bisa saja tergeser jika tidak terus berinovasi,” katanya.
Ia menilai, salah satu hambatan terbesar yang masih dihadapi pelaku usaha adalah keengganan untuk melakukan perubahan.