Dalam arahannya, Khairunas menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pembangunan daerah, termasuk pengembangan Golden Arm, harus didukung tata kelola pemerintahan yang berbasis data terintegrasi. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta menggunakan basis data yang sama dalam menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat.
Perangkat daerah yang dimaksud meliputi Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan hingga pemerintah nagari. Menurutnya, sinkronisasi data menjadi faktor penting agar seluruh bantuan maupun program pembangunan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Ia menambahkan, data yang digunakan harus berasal dari tingkat nagari sehingga mencerminkan kondisi riil masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, pendataan melalui dasawisma, jorong, dan nagari perlu terus diperkuat.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan program "Solok Selatan Satu Data" yang diharapkan mampu menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Khairunas juga mengingatkan seluruh ASN agar lebih responsif terhadap pelaksanaan tugas serta perkembangan berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
Dengan dukungan sinergi antarinstansi dan ketersediaan data yang akurat, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan optimistis berbagai program strategis daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (*)