Sumbardaily.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah di Indonesia. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang memiliki potensi sangat besar untuk menjadi kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi syariah global.
Menurut Nasaruddin, peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat implementasi ekonomi syariah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memimpin Rapat Rutin Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia di Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajaran pengurus pusat IAEI.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin menegaskan bahwa besarnya jumlah penduduk Muslim Indonesia seharusnya menjadi modal utama untuk mempercepat perkembangan ekonomi syariah. Namun, ia menilai tingkat kesadaran masyarakat terhadap konsep dan praktik ekonomi syariah masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
"Kita hidup di negara dengan populasi Muslim terbesar. Saya kira kesadaran akan ekonomi syariah harus jauh lebih baik dan terus ditingkatkan. Sebagai bangsa yang besar, tantangan kita tentu banyak dan majemuk, ditambah lagi dengan dinamika geopolitik serta keadaan global yang tidak menentu saat ini," ujar Nasaruddin.
Ia kemudian membandingkan kondisi Indonesia dengan Malaysia dalam aspek literasi dan kesadaran ekonomi syariah. Menurutnya, Malaysia yang memiliki populasi Muslim sekitar 20 juta jiwa telah mampu mencapai tingkat kesadaran ekonomi syariah sebesar 60 hingga 70 persen.
Sementara itu, Indonesia yang memiliki sekitar 210 juta penduduk Muslim justru dinilai masih memiliki tingkat kesadaran riil yang sangat rendah, yakni sekitar 0,5 persen.