“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujar dr. Sari Chairunnisa.
Menurut ParagonCorp, Illipe Butter merupakan salah satu hasil hutan non-kayu yang memiliki peluang pengembangan di berbagai sektor industri, termasuk industri kecantikan. Berbeda dengan sejumlah komoditas yang membutuhkan pembukaan lahan baru, hasil hutan non-kayu memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sambil tetap menjaga kelestarian ekosistem yang menjadi sumber penghidupannya.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa pengembangan Illipe Butter masih berada pada tahap awal penelitian dan pengembangan. Kehadiran ParagonCorp dalam Partnership for Forests Conference bukan ditujukan untuk meluncurkan produk baru, melainkan membuka diskusi lebih luas mengenai peluang pengembangan bioekonomi Indonesia yang berkelanjutan di masa depan.
Selain membahas potensi ekonomi dari hasil hutan non-kayu, ParagonCorp juga menyoroti pentingnya memandang hutan sebagai sistem kehidupan yang memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar kumpulan pepohonan. Hutan berperan dalam menjaga ketersediaan air, mengatur iklim, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang bergantung pada keberadaannya.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi bersama Indika Nature dan CFES dalam mendukung perlindungan kawasan hutan di Indonesia. Hingga saat ini, upaya tersebut mencakup perlindungan sekitar 4.000 hektare hutan di Jambi dan sekitar 1.000 hektare hutan di Kalimantan.
Kawasan yang mendapat dukungan perlindungan tersebut menjadi habitat bagi berbagai satwa liar, antara lain Macan Dahan Borneo, Pangolin, Rangkong Gading, Bekantan, Beruang Madu, Owa Kelawat, hingga Binturong. Keberadaan satwa-satwa tersebut menunjukkan pentingnya menjaga ekosistem hutan agar tetap berfungsi sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati Indonesia.
Bagi ParagonCorp, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan proses produksi suatu produk, tetapi juga mencakup bagaimana sumber daya alam yang menjadi bagian dari rantai pasok dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami percaya masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ekosistem dan komunitas yang mendukung inovasi tersebut. Perjalanan ini masih panjang, dan kami terus belajar untuk melangkah ke arah yang lebih baik,” tutup dr. Sari.