Sumbardaily.com - Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap perubahan iklim dan tingginya emisi karbon dari sektor transportasi, transportasi massal berbasis rel mulai menunjukkan peran strategisnya sebagai solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Di Sumatera Barat (Sumbar), pergeseran pilihan masyarakat menuju kereta api ternyata bukan hanya berdampak pada kemudahan perjalanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya dekarbonisasi sektor transportasi.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni menjadi pengingat bahwa sektor transportasi memiliki tanggung jawab besar dalam menekan emisi gas rumah kaca.
Dalam konteks tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transportasi massal rendah emisi sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penyediaan layanan transportasi massal berbasis rel, pemanfaatan energi baru terbarukan, hingga pelaksanaan program efisiensi energi di lingkungan operasional perusahaan.
Sebagai moda transportasi massal, kereta api dinilai memiliki keunggulan yang sulit ditandingi kendaraan pribadi dalam aspek efisiensi energi dan dampak lingkungan.
Dalam satu perjalanan, kereta api mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar dengan tingkat konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.