Sumbardaily.com - Di balik dominasi Indonesia sebagai pemasok utama nilam atau patchouli dunia, terdapat peran besar para petani yang selama ini bekerja di tingkat hulu rantai pasok.
Kisah para petani tersebut kini mendapat perhatian di panggung internasional setelah ParagonCorp membawanya ke Partnership for Forests Conference (P4F) yang digelar di Barbican Conservatory, London, pada 29 Mei 2026.
Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha, investor, dan organisasi yang bergerak di bidang keberlanjutan dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan tahun ini, ParagonCorp hadir sebagai satu-satunya perusahaan kecantikan asal Indonesia yang berpartisipasi dalam agenda tersebut.
Dalam forum internasional itu, ParagonCorp menyoroti perjalanan rantai pasok nilam dari Sulawesi yang melibatkan lebih dari 700 petani aktif. Para petani tersebut tergabung dalam jaringan yang telah mengantongi sertifikasi For Life dari Ecocert.
Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga mencakup pelatihan pertanian, dukungan kesehatan dan keselamatan kerja, hingga penerapan praktik budidaya yang dirancang untuk membantu menjaga kualitas lahan dalam jangka panjang.
Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam rantai pasok patchouli dunia. Namun, menurutnya, perhatian terhadap para petani yang menjadi tulang punggung komoditas tersebut masih relatif minim.
“Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam rantai pasok patchouli dunia. Namun yang sering terlupakan adalah para petani yang berada di balik komoditas tersebut. Melalui forum ini, kami ingin membawa cerita mereka ke percakapan yang lebih luas,” ujar dr. Sari.