Sumbardaily.com - Berbagai persoalan strategis yang menjadi perhatian masyarakat mengemuka dalam audiensi antara perwakilan mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) di Ruang Kerja Bupati Pasbar, Rabu (3/6/2026).
Mulai dari kondisi infrastruktur, pengelolaan sampah, layanan kesehatan, pendidikan, pengawasan tenaga kerja asing (TKA), hingga kesiapan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pasbar Yulianto, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan mahasiswa yang dipimpin Rido Kurnia bersama rekan-rekannya.
Dalam forum itu, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan pertanyaan terkait pembangunan daerah. Pemerintah daerah pun memberikan penjelasan serta langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan untuk menjawab sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Bupati Pasbar Yulianto menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan sekaligus kontrol sosial terhadap jalannya pembangunan.
"Mahasiswa merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan. Kami berharap komunikasi seperti ini terus terjalin untuk menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan daerah," kata Yulianto.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah kondisi keuangan daerah pascapemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Menanggapi hal itu, Sekda Pasbar Doddy San Ismail menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Pasaman Barat sempat mengalami pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp128 miliar.