Guruh mengalami luka pada bagian pergelangan tangan. Sementara Nova mengalami luka lebih serius pada paha kiri akibat proyektil yang bersarang di tubuhnya.
Kejadian tersebut bahkan berlangsung di dekat lokasi keberadaan Rektor UNP, Krismadinata. Begitu mendapatkan laporan, rektor langsung bergerak melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan korban dan investigasi kejadian.
Rektor segera menghubungi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol melalui jajaran Kodam, Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 133/Yudha Sakti, Kabinda Sumbar, serta Polsek Padang Utara guna memastikan langkah penanganan dan penyelidikan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Di saat bersamaan, tim medis UNP langsung mengevakuasi kedua korban menggunakan ambulans kampus menuju Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapatkan penanganan darurat.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, Guruh mendapatkan perawatan awal di RS Hermina sebelum kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting Padang untuk menjalani proses pemulihan lebih lanjut.
Sementara itu, kondisi Nova memerlukan tindakan medis yang lebih serius. Mahasiswi tersebut harus menjalani operasi pada Selasa malam karena selongsong peluru masih tertanam di paha kirinya.
Hingga berita ini dirampungkan, proses operasi terhadap Nova telah berhasil dilakukan dan proyektil yang bersarang di pahanya berhasil dikeluarkan oleh tim medis.
Pantauan di rumah sakit menunjukkan perhatian besar diberikan terhadap kedua korban. Pimpinan UNP dan jajaran TNI terlihat terus mendampingi proses penanganan medis hingga malam hari.