“Tahun 2026 Pemerintah Kota Pariaman menargetkan PAD sebesar Rp. 76.130.609.859,00,- akan tetapi pertengahan tahun 2026 PAD tersebut baru terealisasi sebesar Rp. 28.147.423.119,00,- atau sekitar 36,97%,” sebut Yota Balad.
Menurut Yota Balad, masih tersedia waktu hingga akhir tahun untuk meningkatkan capaian pendapatan daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memaksimalkan kinerja dan menghadirkan berbagai inovasi guna mendongkrak penerimaan daerah.
Ia juga menegaskan pentingnya menggali lebih jauh berbagai potensi pendapatan yang dimiliki Kota Pariaman agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
“Evaluasi ini sangat penting sekali, kalau dapat diadakan sekali dalam sebulan sehingga kita bisa mengetahui target keuangan yang telah ditetapkan bisa tercapai atau tidak tanpa ada celah kebocoran di lapangan,” tegas Yota Balad.
Selain itu, Yota Balad meminta OPD yang menjadi penghasil PAD untuk terus melakukan evaluasi dan percepatan dalam pengumpulan retribusi daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar pendapatan daerah dapat dimaksimalkan, terutama di tengah kondisi keterbatasan anggaran saat ini.
“Kami berdua Balad-Mulyadi punya target visi misi yang dijanjikan kepada masyarakat. Bapak/Ibu adalah ujung tombak dari semua keberhasilan tersebut. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada seluruh OPD yang telah berusaha dan berupaya untuk meningkatkan PAD Kota Pariaman menjadi lebih baik lagi ke depannya, sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya.
Melalui evaluasi rutin dan penguatan inovasi di setiap perangkat daerah, Pemerintah Kota Pariaman optimistis target PAD tahun 2026 dapat dikejar hingga akhir tahun, sekaligus mempertahankan tren positif peningkatan pendapatan daerah yang telah tercatat pada tahun sebelumnya. (*)