Ia meminta kedua kepala sekolah yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing dan memahami tugas yang diemban agar seluruh program pendidikan dapat berjalan secara optimal.
Lebih lanjut, Hendri menegaskan bahwa Pemko Padang Panjang terus berkomitmen memperkuat sektor pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyempurnaan Peraturan Daerah tentang pendidikan sebagai bagian dari penguatan identitas Padang Panjang sebagai kota pendidikan.
Selain itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan evaluasi serta monitoring terhadap guru maupun kepala sekolah secara berkala. Menurutnya, pengawasan dan pembinaan tersebut perlu dilakukan minimal setiap enam bulan untuk memastikan kualitas pendidikan terus meningkat.
Di sisi lain, Hendri juga menyoroti pentingnya pembinaan keagamaan bagi generasi muda. Ia berharap masjid yang berada di kawasan Islamic Centre dapat difungsikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kegiatan keagamaan yang mampu membentuk karakter peserta didik.
Pada kesempatan yang sama, Hendri kembali mengingatkan bahwa kebijakan larangan membawa telepon genggam ke lingkungan sekolah masih tetap diberlakukan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan mendukung proses pendidikan di sekolah.
“Selamat bekerja kepada yang baru dilantik. Jalankan amanah ini dengan baik dan penuh tanggung jawab. Saya titip anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan memiliki masa depan yang baik pula,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Padang Panjang, Mahdelmi, menilai kepala sekolah memiliki posisi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.
“Kepemimpinan kepsek sangat menentukan terciptanya lingkungan belajar yang disiplin, nyaman dan mampu mendorong prestasi siswa. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya.