“Prancis hendak ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, talenta,” ujar Presiden Macron.
Tak hanya membahas kerja sama bilateral, kedua pemimpin negara juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional. Pembahasan mencakup situasi di Timur Tengah, konflik Ukraina, hingga ketegangan di Laut Cina Selatan dan kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Macron memberikan penghormatan atas sikap Indonesia yang dinilai aktif mendorong perdamaian dan dialog internasional, termasuk terkait konflik di Timur Tengah dan pengakuan terhadap Palestina.
“Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina. Saya juga ingin memberi penghormatan atas keterlibatan tentara Bapak untuk terus bertindak untuk perdamaian kedaulatan Lebanon,” kata Presiden Macron.
Macron juga menegaskan bahwa ASEAN memiliki posisi penting dalam strategi Indo-Pasifik Prancis dan Uni Eropa. Karena itu, Prancis menyatakan siap terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi tantangan global maupun regional.
Menurut Macron, kemitraan Indonesia dan Prancis memiliki relevansi besar dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di tengah situasi internasional yang dinamis.
“Pada semua level kemitraan antara Indonesia dan Perancis, ini sangatlah relevan dan ini akan memperkuat visi kedua negara kita terhadap perdamaian tatanan dunia saat ini,” tutur Presiden Macron.