Kemenhaj Bentuk Mobile Crisis Rescue untuk Tangani Jemaah Pingsan dan Tersesat di Mina

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 29 Mei 2026 | 07:09 WIB
 Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sistem pelindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. (Foto: Kemenhaj)
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sistem pelindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. (Foto: Kemenhaj)


Sumbardaily.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sistem pelindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. Tim khusus tersebut diterjunkan untuk membantu penanganan kondisi darurat, evakuasi jemaah, hingga mengantisipasi kepadatan saat pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik.





Langkah ini dilakukan seiring dimulainya rangkaian lontar tiga jamarah oleh jemaah haji Indonesia pada 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pada fase tersebut, jutaan jemaah dari berbagai negara bergerak menuju kawasan Jamarat sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan arus manusia, terutama pada jam-jam tertentu.





Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan keberadaan Mobile Crisis Rescue menjadi bagian penting dalam penguatan layanan pelindungan jemaah di titik-titik rawan selama puncak ibadah haji berlangsung.





“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (28/5/2026).





Maria menjelaskan, posko MCR ditempatkan di sejumlah titik strategis di kawasan Jamarat dan jalur lintasan jemaah. Penempatan tersebut dilakukan agar petugas dapat melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi di lapangan sekaligus mempercepat respons apabila terjadi situasi darurat.





Menurut dia, tim MCR dibentuk khusus untuk menangani berbagai kondisi yang dialami jemaah, mulai dari kelelahan, tersesat, pingsan, hingga membantu evakuasi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.





“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X