Aksi tersebut diketahui oleh G yang merupakan suami dari K dan juga bekerja di cafe itu. Situasi kemudian memicu cekcok antara keduanya hingga berujung pemukulan terhadap tersangka.
“Terjadilah perselisihan hingga G memukul wajah tersangka,” kata Andrio.
Merasa dipermalukan di depan orang lain, tersangka kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul miliknya. Namun, rasa sakit hati membuat pelaku diduga merencanakan aksi balas dendam.
Polisi mengungkapkan, tersangka sempat menuju pusat Kota Payakumbuh dan berhenti di Azkia Mart di kawasan simpang terminal yang saat itu masih buka.
Di lokasi tersebut, pelaku membeli bahan bakar minyak jenis Pertalite senilai Rp5.000 atau sekitar 300 mililiter. BBM itu kemudian dimasukkan ke dalam botol air mineral bekas yang ditemukan di depan toko.
“Di lokasi tersebut tersangka membeli bahan bakar minyak jenis Pertalite seharga Rp5.000 sebanyak 300 ml, lalu memasukkannya ke dalam botol air mineral bekas yang ia temukan di depan toko,” jelasnya.
Setelah mendapatkan bahan bakar tersebut, tersangka kembali menuju Beranda Cafe. Sesampainya di lokasi, pelaku menyiramkan Pertalite ke dinding bangunan cafe yang berada di samping Ampera Imel.
Tak lama kemudian, tersangka membakar selembar tisu bekas dan melemparkannya bersama korek api ke arah dinding yang telah disiram bahan bakar.