Jelang Puncak Haji, Pemerintah Pastikan Penempatan Tenda Jemaah Sesuai Kloter

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:05 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa berbagai skenario pelayanan telah dipersiapkan secara maksimal. Pernyataan itu disampaikannya di Makkah pada Jumat (22/5/2026), dua hari menjelang dimulainya puncak ibadah haji. (Foto: Kemenhaj)
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa berbagai skenario pelayanan telah dipersiapkan secara maksimal. Pernyataan itu disampaikannya di Makkah pada Jumat (22/5/2026), dua hari menjelang dimulainya puncak ibadah haji. (Foto: Kemenhaj)


Sumbardaily.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat persiapan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).





Pemerintah memastikan seluruh langkah antisipasi dan mitigasi lapangan diperketat demi menjaga kenyamanan, keamanan, serta ketertiban jemaah haji Indonesia selama pelaksanaan Armuzna.





Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa berbagai skenario pelayanan telah dipersiapkan secara maksimal. Pernyataan itu disampaikannya di Makkah pada Jumat (22/5/2026), dua hari menjelang dimulainya puncak ibadah haji.





“Ini tinggal dua hari lagi masa puncak haji atau Armuzna; Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tentu kami sudah mempersiapkan dengan maksimal upaya-upaya antisipasi dan mitigasi beberapa masalah yang bisa muncul,” ujar Dahnil.





Menurut Dahnil, salah satu perhatian utama pemerintah saat ini ialah penataan tenda jemaah agar seluruh peserta haji memperoleh fasilitas sesuai kebutuhan dan penempatannya berjalan tertib. Petugas lapangan disebut telah diterjunkan untuk memastikan pengaturan jemaah dilakukan secara detail, mulai dari kloter, daerah asal, hingga berbasis nama atau by name.





“Kami sudah memastikan masalah tenda untuk ada penertiban supaya semua jemaah nanti bisa mendapat tenda sesuai kebutuhan. Sekarang tim sedang memasang dan memastikan, misalnya kloter satu di mana, kloter dua di mana, Sumatera Utara di mana, Jawa Tengah di mana, bahkan kita cek by name,” jelasnya.





Pemerintah juga menegaskan seluruh proses pengaturan dan mobilisasi jemaah selama Armuzna harus berada di bawah koordinasi penuh Kementerian Haji dan Umrah RI. Karena itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diminta mematuhi seluruh kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X